Nico Yennaris: Tenggelam di Arsenal, Bangkit di Brentford

Dec - 30 2017 | no comments | By

Nasib seorang pemain sepakbola tidak ada yang tahu. Muram di klub satu, sukses di klub lain. Seperti halnya yang dialami Nico Yennaris saat ini yang sedang menjadi sorotan di media karena karirnya di Brentford.Awalnya, dia bersama Arsenal.Tetapi sepertinya The Gunners bukanlah klub yang tepat bagi dirinya.Dia alami cedera dan tidak bisa bermain banyak.Namun, di Brentford keadaan berubah.Lalu, bagaimana perjalanannya dari Arsenal ke Brentford?

Keputusan Meninggalkan Arsenal

Sebagai pemain berusia tujuh tahun, Yennaris masuk dalam tim muda dan naik menjadi kapten tim U18 – yang menampilkan gelandang Besiktas Oguzhan Ozyakup dan Emmanuel Frimpong dan mengantarkan kesuksesan Premier Academy League di tahun 2009/10. Kemudian, pada akhir tahun 2011, dia memaksa masuk ke dalam rencana tim pertama Arsene Wenger – di Piala Liga – sebelum kejadian Liga Primer yang tak terduga pada Januari 2012 saat melawan Manchester United.

“Saya ingat banyak tentang hari itu sebenarnya – itu adalah hari ulang tahun ayah saya,” katanya kepada awak media.Dia melanjutkan; “[Pemain sayap Manchester United] Nani telah berlari ke sisi kiri dengan cukup bebas, Pat Rice datang dan berkata kepada saya di babak pertama: ‘Nic, bersiaplah Anda maju.’Namun, hal itu tidak benar-benar membuatnya terkejut.Dia mengatakan bahwa dia hanyalah pemain muda berusia 18 tahun, dan dia hanya berpikir, ‘Anda tidak akan rugi apa-apa, pergilah dan nikmati sendiri.’ ”

Jadi yang cukup mengejutkan adalah penampilannya yang dimulai dari bangku cadangan, tidak ada kata apapun dari Wenger sebelumnya. Tapi kemudian dia mengatakan: “Terkadang mimpi memang akan menjadi kenyataan saat Anda benar-benar menginginkannya. Nico adalah pemain dewa poker yang hebat, tapi juga memiliki sikap yang bagus.”

“Kita semua tahu bahwa sepak bola menunggu untuk siapa pun,” kata Yennaris. “Kami memiliki beberapa pemain papan atas dan top di klub dan saya belajar banyak, melihat bagaimana hal-hal dilakukan dan bagaimana mereka mendekati permainan – ini adalah pengalaman yang tidak dapat Anda beli.” Dia melanjutkan; “Tapi pada tahap tertentu, Anda perlu membuat keputusan jika Anda ingin bermain secara teratur atau Anda hanya akan duduk dan menunggu – ada begitu banyak pemain di depan Anda. Saya membuat keputusan untuk terus maju dan belajar di tempat lain karena saya hanya ingin bermain”

Hijrah Ke Brentford, Karir Gemilang

Pada bulan Januari 2014, dia bergabung dengan klub Liga One, Brentford, dan mendapat penghargaan kontrak dua setengah tahun. Memang tidak seperti di Premiere League, tapi itu bukan kejutan bagi Yennaris daripada yang diperkirakan banyak orang.Dia mengatakan; “Perbedaan terbesar adalah fasilitasnya,” kenangnya.Dia menceritakan jika pertama kali datang ke Brentford memang tidak biasa.Tapi seiring waktu, dia juga bisa membiasakan diri.

“Tapi gaya sepak bolanya sangat mirip dengan Arsenal dan tetap seperti itu sepanjang waktu saya berada di sini.Kedua klub sangat antusias untuk maju dan mencoba bermain sepak bola dengan cara yang ‘benar’, saya pikir itu menguntungkan saya karena saya tidak harus mengubah permainan saya terlalu banyak,” jelasnya.

“Dua musim pertama saya masuk dan keluar, tapi kemudian kesempatan pinjaman datang dan lagi, hanya masalah sederhana, saya yang ingin bermain secara reguler,” tandasnya.Memang, awal karirnya di menjadi pemain pinjaman dimana dia sering keluar masuk klub.Tapi pada akhirnya dia mendapatkan tempat yang spesial di Brentford seiring dengan prestasi dan kesuksesannya.Hanya saja, perjalanan masih panjang.

Ditangkap, Aktor Tio Pakusadewo Resmi Jadi Tersangka Narkoba

Dec - 28 2017 | no comments | By

Dunia artis kembali menuliskan noda kelam atas salah satu talenta terbaiknya yang terjerat narkoba. Setelah beberapa bulan lalu banyak selebritis muda yang terperosok ke lubang gelap obat-obatan terlarang, kini giliran aktor senior Tio Pakusadewo yang ditangkap jajaran Reserse Narkoba Polda Metro Jaya hari Selasa (19/12) malam.

 

Aktor berusia 54 tahun yang sukses meraih dua Piala Citra sepanjang kariernya itu ditangkap dalam kondisi sendirian di kediamannya, kawasan Ampera, Ragunan, Jakarta Selatan. Polisi turut mengamankan tiga bungkus sabu berjumlah 1,06 gram, bong, cangklong dan korek api gas. Seolah menyadari kelakuannya, Tio bersikap kooperatif kala diringkus kepolisian, seperti dilansir Detik.

 

Tanpa banyak perlawanan, Tio mengakui kesalahannya dan langsung menyerahkan barang bukti sabu yang dia pakai. Menurut AKBP Dony Alexander selaku Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Tio memang sudah lama jadi incaran polisi karena disebut telah memakai narkoba selama 10 tahun lamanya.

 

Terancam Lima Tahun Penjara

Dianggap sebagai seorang pengguna narkoba yang akut, rupanya Tio pernah berhenti mengonsumsi barang terlarang itu. Hanya saja Tio kembali tergoda buaian sabu saat kakinya mengalami cedera. “Jadi menurut pengakuannya, dia sudah sempat berhenti beberapa bulan yang lalu. Kemudian mengalami cedera pada kakinya, dia menggunakan kembali. Untuk menghilangkan rasa nyeri,” ungkap AKBP Audie Latuheru selaku Wadir Narkoba Polda Metro Jaya hari Jumat (22/12).

 

Setelah menjalani tes urine dan dinyatakan positif sabu, Tio pun langsung ditetapkan sebagai tersangka. Tio dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) lebih subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang Narkotika. Menurut AKBP Audie, hal ini membuat Tio terancam pidana penjara selama lima tahun.

 

Dari kesaksiannya, Tio mengaku mendapatkan sabu dari seorang perempuan dengan inisial V. Hal ini membuat kepolisian memburu perempuan V itu. Untuk menetapkan vonis apakah Tio bakal direhabilitasi atau tidak, kepolisian akan menunggu hasil dari assessment. Atas apa yang dialami Tio, aktris Wulan Guritno pun menyuarakan kepeduliannya. Wulan berharap semoga Tio diperlakukan sebagai pesakitan, bukannya penjahat mengingat bahwa pengguna narkoba adalah seorang korban.

 

Tio Menyesal Pakai Sabu

Sutradara Angga Dwimas Sasongko langsung membesuk Tio di Polda Metro Jaya hari Jumat (22/12) dini hari. Pernah bekerja sama dengan Tio dalam film SURAT DARI PRAHA, Angga memilih tak banyak berkomentar kala diburu media.

 

Setelah dipastikan menjadi tersangka, Tio pun tidak berusaha menutupi diri saat digelandang kepolisian ke area jumpa pers dalam balutan busana oranye terpidana. “Saya bersalah dan menyesali apa yang sudah terjadi, sekaligus saya mengajak siapa pun yang masih menggunakan narkoba untuk segera berhenti. Saya adalah contoh, contoh yang tidak perlu diikuti dan tidak perlu diulangi lagi,” ungkap Tio secara lantang.

 

Pengacara Tio, Ronny Talapessy menyebutkan jika kliennya minta didoakan agar bisa segera sembuh dari ketergantungan narkoba. “Beliau sangat menyesal. Beliau mohon doa dan dukungan sehingga bisa kembali lagi berakting. Beliau akan menjalani semua proses yang berlangsung, beliau ini korban dewa poker dari jahatnya peredaran narkoba.”

 

Selain Tio, hingga akhir tahun 2017 ada belasan selebritis yang ditangkap. Mereka adalah Andhika The Titans, Ridho Rhoma, Iwa K, Sean Azad (putra Ayu Azhari), Ammar Zoni, Axel Matthew Thomas, Pretty Asmara, Tora Sudiro, Mieke Amalia, Ello, Gatot Brajamusti, Rio Reifan, Safitri Triesjaya Crespin.

 

Tags:

Wahyu Aji Sukses Juara Gelaran Asia Road Racing Championship 2017

Dec - 26 2017 | no comments | By

Wahyu Aji Trilaksana, pebalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) sukses merebut juara dalam perjalanan dua race gelaran Asia Road Racing Championship 2017 (ARRC 2017) pada sirkuit Buriram Thailand. Pada race pertama Wahyu Aji berhasil menempati podium juara, sementara pada race kedua ia harus puas dengan menjadi runner up.

 

Dengan dua capaian tersebut, pebalap asal Banyumas Jateng tersebut berhasil mengumpulkan 45 point pada putaran 6 ARRC 2017. Ini berarti Wahyu Aji berhasil menjadi runner-up klasemen overall Underbone kelas 150cc, dengan 165 poin, sementara pembalap UMA Racing Yamaha Maju Motor asal Malaysia, Md. Akid Aziz  menduduki posisi puncak dengan mengoleksi 177 angka. Posisi ketiga masih ditempati pebalap asal Malaysia Md Haziq Md Fairues (UMA Racing Yamaha Maju Motor) dengan perolehan 141 poin.

 

Pasca meraih juara Wahyu Aji mengatakan bahwa ia bahagia dan bersyukur dapat melakukan yang terbaik pada seri final ini hingga dua kali naik podium. Selain itu ia juga berterimakasih kepada tim Yamaha Racing Indonesia atau YRI yang sudah bekerja keras. Ucapan terimakasih pebalap junior ini juga disampaikan pada keluarga yang elah mendukungnya serta para sponsor.

 

Tak  hanya Wahyu Aji yang bahagia, momen kemenangannya tersebut terasa semakin istimewa karena turut dirasakan juga oleh Minoru Morimoto selaku Presiden Direktur Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang turut hadir di ARRC Putaran 6 Thailand untuk memberikan semangat.

 

Morimoto mengatakan bahwa hasil menggembirakan yang diraih tim Yamaha Racing Indonesia pada seri akhir ini merupakan langkah ke depan yang lebih baik. Ini terbukti dengan total perolehan poin dari seluruh pebalap Yamaha Racing Indonesia (YRI). Perjuangan tim Yamaha akan dilanjutkan pada musim balap 2018.

 

Aksi pebalap Indonesia pada kelas Asia Production 250

Selain prestasi tersebut, pebalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang tampil pada kelas Asia Production 250 (AP250) juga menunjukkan performa yang bagus. Galang Hendra sempat absen pada race pertama karena mengalami cedera, berhasil menduduki posisi ke-3 dan juga ke-5 tetapi finis pada urutan ke-9. Sementara rekan setimnya, Rey Ratukore finis pada urutan ke-11.

Galang Hendra yang meraih posisi keenam pada klasemen pebalap mengatakan bahwa kompetisi pada grup kedua cukup ketat. Pada saat start, ia telah berada di urutan ke-3. Saat lap berlanjut, kompetisi untuk bisa berada didepan mulai saling susul-menyusul. Pada lap 2 terakhir, ia mengaku terlalu lama di dalam grup sampai 2 lap terakhir.

Galang Hendra juga mengucapkan terima kasihnya untuk tim yang telah berjuang bersamanya, keluarga, serta sponsor yang telah memberikan dukungan kepadanya. Tak jauh berbeda dengan  Galang, Rey Ratukore yang meraih di posisi 13 klasemen juga mengungkapkan terima kasih atas dukungan timnya.

 

Pada race ke-2 Rey sendiri berlaga dengan cukup tenang karena telah memperbaiki awal start-nya. Ia juga mengakui bahwa kompetisi memang cukup ketat dan berniat untuk memacu motornya lebih cepat saat keluar tikungan. Tetapi sayang terjadi gangguan teknis pada roda belakang sehingga terasa goyang. Beruntung Rey dapat mengendalikan laju tunggangannya tersebut hingga finis pada posisi ke-11.

 

Untuk Richard Taroreh yang berstatus wildcard memang sempat memperbaiki perolehannya mulai race pertama hingga finish pada posisi ke 10. Ia bahkan sempat mencatat waktu cukup menggembirakan, yaitu 1 menit 54 detik. Richard pun mengaku merasa nyaman pada race Agen Poker Terbaik kedua dengan catatan waktu yang semakin diperketat hingga akhirnya finis pada peringkat ke-10. Ia menuturkan mendapat banyak pengetahuan pada balapan

kelas AP 250 ini mulai dari memperoleh setting terbaik, memahami karakter sirkuit permanen, hingga body setting untuk balapan.

 

Evan Dimas Bergabung Dengan Selangor FA

Dec - 25 2017 | no comments | By

Pasca membawa  Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1, pemain kelahiran 13 Maret 1995, Evan Dimas akhirnya memutuskan untuk bergabung  Dengan Selangor FA.

 

Selama semusim Evan Dimas  akan memperkuat tim Gergasi Merah. Keberangkatannya ke Selangor pun tak sendiri melainkan ditemani rekan di timnas Tanah Air U19 serta Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn.

 

Agen pemain, Muly Munial di Instagram, Minggu (3/12/2017), menulis dalam akun Instagram pribadinya, “Bismillah… semoga mereka (Evan Dimas dan Ilham Udin) diberikan segala kemudahan dan diberikan yang terbaik oleh Allah SWT… amiiiiin. Lets the journey begin…… tunjukkan ke dunia kita bisa,”

 

Kemudian Muly juga menunggah sebuah foto kedua pemain kebanggaan Indonesia tersebut sedang menandatangani kontrak bersama Selangor FA. “Selamat buat Selangor FA @evhandimas dan @ilham20armaiyn . All the best for 2018 season. Teruskan tradisi kita. Ayo buat bangga Merah Putih,” kicaunya.

 

Presiden Selangor FA,  Datuk Seri Subahan Kamal juga menyambut gembira bergabungnya Evan Dimas. Sebagaimana dimuat dalam Utusan.my, kedua pemain togel pelangi tersebut dianggap dapat menunjang program timnya untuk menelurkan bibit-bibit timnas Malaysia.

 

Dalam sebuah media Subahan Kamal mengatakan bahwa  Evan dan Ilham yang merupakan pemain timnas U-23 Indonesia, juga sudah berjuang untuk pasukan timnas senior mereka.

 

Tak jauh berbeda dengan Subahan Kamal, Pachaiappan Maniam juga menyambut Evan dengan gembira karena kehadirannya sesuai dengan keperluan strategi yang diaplikasikannya pada musim ini.

 

Dalam laman Stadium Astro, ia memuji Evan dan Ilham sebagai pemain rekrutan dari Indonesia memiliki kecepatan, dan mampu melakukan sesuatu yang menakjubkan dalam hitungan detik.

 

Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti nilai kontrak Evan pada tim barunya tersebut. Tetapi harian Metro Malaysia menyebutkan bahwa mantan pemain Persebaya Surabaya itu akan memperolah gaji senilai 83 ribu ringgit atau Rp 269,7 juta per bulan. Artinya setiap tahun Evan akan menerima sekitar Rp 3,2 miliar.

 

Jejak pemain Indonesia di Selangor FA

Faktanya memang bukan kali ini saja Selangor FA mendatangkan pemain dari tanah air. Sebenarnya tradisi tersebut mulai dilakukan sejak tahun  1986.

 

Pesepakbola pertama yang didatangkan ke Selangor adalah Ristomoyo, lalu di tahun 2005 ada pasangan Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy. Mereka berdua sempat mencicipi gelar sebagai treble winner bersama Selangor FA pada musim pertama di Malaysia.

 

Kedua pemain tersebut juga menorehkan prestasi yang cukup gemilang hingga sukses membawa Selangor FA naik kasta ke Liga Super Malaysia. Bambang Pamungkas bahkan sukses meraih gelar top scorer dengan menghadiahkan 23 gol kepada timnya dari 24 laga yang diikuti.

 

Di tahun 2013 lalu pemain Indonesia kembali berkiprah di Selangor FA melalui Andik Vermansyah. Ia mulai bergabung dengan Gergasi Merah sejak 1 desember 2013. Mantan pemain Persebaya tersebut menjalani kontrak selama dua tahun dan diperpanjang hingga tahun ini.

 

Bersama  Selangor FA musim pertama Andik pun berbuah manis. Kehadirannya turut mengantar Gergasi Merah bertengger sebagai runner up pada klasemen akhir Malaysia Super League 2014. Selain itu Andik juga turut mengantar Selangor FA meraih gelar juara Piala Malaysia 2015.

 

Di tahun ini Gelandang timnas Indonesia itu memutuskan pindah setelah kontraknya dengan Gergasi Merah usai. Bagi pemain Indonesia memang bukan merupakan hal yang lazim untuk bermain di luar negeri. Umumnya para amunisi terbaik timnas Indonesia lebih memilih untuk berjuang pada  kompetisi-kompetisi lokal  tanah air yaitu Liga 1 yang merupakan kompetisi Indonesia paling bergengsi.

 

Namun bagi Evan Dimas sendiri, berlaga di luar negeri sebenarnya bukan merupakan hal baru. Sebelumnya  ia bahkan sempat menjalani kariernya di Spanyol. Di tahun 2015  Evan mengikuti program trial selama sepekan di lim Llagostera, dan selanjutnya bergabung dengan tim Espanyol B.

 

Gaet Aktris China, Film Disney ‘MULAN’ Siap Tayang Tahun 2019

Dec - 24 2017 | no comments | By

Meski sudah sangat berkuasa dalam hagemoni film superhero lewat pembelian paling mengentungkan mereka dengan Marvel, jajaran petinggi Disney tak mau cepat puas. Bukan hanya meneruskan Marvel Cinematic Universe (MCU), Disney juga memiliki universe mereka tersendiri yakni para Princess Disney.

 

Kalau dulu kamu mungkin melihat para puteri cantik Disney dalam format kartun 2D, Disney kini me-modern-kan para Princess mereka lewat live action. Setelah ALICE IN WONDERLAND (2010), MALEFICENT (2014), CINDERELLA (2015) dan BEAUTY AND THE BEAST (2017), kini sang puteri asal China yakni Fa Mulan siap untuk menyusul gerbong.

 

Sekedar informasi, MULAN adalah film animasi Disney yang rilis tahun 1998 silam. Mengusung kisah seorang gadis bernama Fa Mulan yang menyamar sebagai pria agar bisa bergabung dalam pasukan kerajaan China dan pergi perang demi menggantikan sang ayah, Fa Zhou. Dalam perjalanannya, Mulan berjumpa dengan kapten Li Shang yang akhirnya jatuh cinta setelah mereka berdua sukses menyelamatkan China.

 

Aktor Pemeran Li Shang Masih Misterius

 

Dengan latar belakang budaya China, jelas banyak pihak yang menginginkan pemeran Mulan benar-benar seorang aktris China. Setelah lama menanti, aktris cantik asal Negeri Tirai Bambu yakni Liu Yifei terpilih untuk berperan sebagai Mulan, puteri Disney yang tomboy, berani dan penuh kasih. Yifei sendiri adalah aktris berusia 30 tahun yang dijuluki sebagai Fairy Sister dalam industri entertainment China karena imej positif yang dia miliki.

 

Untuk kisahnya sendiri, MULAN versi live action menekankan pada sosok Mulan yang merupakan putri dari seorang prajurit legendaris pada masa Dinasti Han. Nantinya Mulan akan menyamar menjadi seorang pria dan ikut dalam pertempuran melawan serangan bangsa Hun. Ada sedikit perbedaan dengan versi kartunnya, karena menurut penulis naskah togel terbaik Amanda Silver dan Rick Jaffa, MULAN menggabungkan kisah dalam film kartunnya dan cerita legendaris rakyat China atas sosok Hua Mulan.

 

Jika karakter Mulan sudah dipastikan pemerannya, sang pangeran alias love interest Mulan yakni Li Shang masih misterius. Namun sudah ada beberapa aktor berdarah Tionghoa yang digadang-gadang cocok untuk berperan sebagai kapten perang yang gagah dan tampan itu. Nama-nama seperti Yoshi Sudarso, Chen Xiao, Kenny Leu, Ludi Lin, Booboo Stewart, Joe Cheng, Mike He, Lan Cheng Long, Nicholas Tse hingga Takeshi Kaneshiro dianggap cocok berperan sebagai Li Kapten Li.

 

Disney Bakal Usung Para Princess ke Live Action?

 

Seperti yang sudah disebutkan, dunia para Princess Disney ini memang sangat luas dan sudah memiliki penggemar setia. Demi memastikan proyek ambisius itu, Disney bahkan sudah mengatur jadwal perilisan film kartun mereka yang kembali ‘dilahirkan’ lewat format live action. Bahkan di tahun 2019 mendatang, tak hanya MULAN yang bakal dirilis.

 

Kamu akan bisa menikmati DUMBO (29 Maret 2019), ALADDIN (24 Mei 2019), THE LION KING (19 Juli 2019) dan CHRISTOPHER ROBIN (3 Agustus 2019) dalam waktu setahun itu. Sementara itu, Disney juga sudah memiliki rencana untuk membuat versi film live action untuk Pinocchio, Peter Pan, The Little Mermaid di tahun-tahun mendatang.

 

Bukan tanpa alasan kenapa Disney begitu rajin membuat versi live action dari karakter kartun mereka. Karena hasil box office atas peredarannya di luar negeri sangat menggiurkan. Sebut saja BEAUTY AND THE BEAST yang memasang Emma Watson (Belle) dan Dan Stevens (The Beast) yang berhasil menembus angka lebih dari satu miliar dolar Amerika.

 

Tags:

Rilis Bareng ‘AYAT AYAT CINTA 2’, ‘SUSAH SINYAL’Tayang 21 Desember

Dec - 24 2017 | no comments | By

Ada banyak sekali komika Indonesia yang mencoba peruntungan di jalur film dengan menulis cerita sekaligus menjadi sutradara. Namun hanya beberapa yang mampu dianggap sukses dengan dua di antaranya adalah Raditya Dika dan Ernest Prakasa. Bahkan kiprah pria keturunan Tionghoa berusia 35 tahun itu di dunia film Indonesia terbilang lebih sukses daripada Raditya.

 

Untuk film keduanya, CEK TOKO SEBELAH (2016), Ernest berhasil mendatangkan 2.642.957 penonton ke bioskop. Hal ini membuat Starvision Plus kembali mempercayakan Ernest untuk menukangi SUSAH SINYAL. Masih diarahkan, ditulis naskahnya dan dibintangi oleh Ernest, SUSAH SINYAL mengambil jadwal tayang 21 Desember 2017.

 

Perjuangan SUSAH SINYAL mungkin bisa lebih berat daripada CEK TOKO SEBELAH. Karena dalam kasus CEK TOKO SEBELAH, Ernest berbenturan dengan film HANGOUT karya Raditya dan bisa menang dalam jumlah penonton. Sementara SUSAH SINYAL harus berhadapan dengan sekuel salah satu film blockbuster Indonesia sepanjang masa, AYAT AYAT CINTA 2. Apakah lelucon ajaib Ernest bisa membuat kisah cinta Fahri kalah?

 

Pembuktian Seorang Ernest Prakasa

 

Dengan jadwal rilis yang ‘cukup’ neraka, SUSAH SINYAL tentu menjadi pembuktian seorang Ernest. Apakah ayah dua anak ini bisa sukses sepenuhnya bertranformasi dari komika menjadi sineas handal atau cuma sekedar kebetulan bisa melahirkan film sekelas CEK TOKO SEBELAH. Salah satu pemainnya yakni komika Arie Kriting kepada Detik mengakui kalau SUSAH SINYAL adalah film ketiga sekaligus terberat yang pernah ditangani Ernest.

 

Sekedar informasi, CEK TOKO SEBELAH dianggap sebagai salah satu film drama komedi Indonesia terbaik. Bukan hanya ditonton jutaan orang, film itu juga mendapatkan banyak penghargaan. Sejauh ini Ernest memboyong award Penulis Skenario Asli Terbaik di Festival Film Indonesia 2017, Film Bioskop Terpuji dan Penulis Skenario Terpuji di Festival Film Bandung 2017, Film Terbaik di Indonesia Box Office Movie Awards 2017 hingga Sutradara Terbaik dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017.

 

Masih sama seperti di CEK TOKO SEBELAH, Ernest juga melibatkan sang istri, Meira Anastasia untuk ikut dalam menulis naskah SUSAH SINYAL. Demi meningkatkan antusias, Ernest sampai membuat nazar. Dilansir Jawa Pos, Ernest mengaku akan menggelar workshop perfilman gratis di lima kota jika penonton SUSAH SINYAL melebihi CEK TOKO SEBELAH.

 

SUSAH SINYAL Masih Setia Gaet Komika

 

Memakai formula yang sama seperti film domino qiu qiu sebelumnya, Ernest juga menggaet para komika di SUSAH SINYAL. Mereka adalah Abdur Arsyad (Yos), Arie Kriting (Melki), Dodit Mulyanto (Ngatno), Aci Resti (Saodah), Ge Pamungkas (Rio), Arief Didu (Hakim Ketua) dan Bene Dion (Martin). Tak cuma itu saja, Ernest juga menghadirkan empat aktor film CEK TOKO SEBELAH dalam jajaran pemeran utama yakni Gisella Anastasia (Cassandra), Chew Kinwah (Koh Chandra), Asri Welas (Tante Maya) dan tentunya Adinia Wirasti (Ellen).

 

Untuk filmnya sendiri, SUSAH SINYAL mengisahkan pengacara perempuan yang sangat sukses sekaligus single parent yakni Ellen. Kesibukan membuat Ellen jarang menghabiskan waktu dengan putri tunggalnya, Kiara (Aurora Ribero). Kiara sejak kecil sangat dekat dengan sang oma, Agatha (Niniek L Karim). Setelah Agatha meninggal, Kiara jadi depresi dan akhirnya Ellen mengajak putrinya berlbur ke Sumba.

 

Namun petaka muncul kala mereka kembali ke Jakarta, di mana Ellen mendapat masalah di kantor yang membuatnya tidak bisa hadir menonton aksi Kiara bernyanyi di sebuah lomba antar SMA. Kiara yang marah besar pun memilih kabur ke Sumba.

 

Review Dan Synopsis Film Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui

Dec - 23 2017 | no comments | By

Film Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui adalah film besutan sutradara Wisnu Adi dan Kunun Nugroho dan akan tayang di tanggal 18 januari 2018. Karena itu bagi Anda pada penggemar film nasional jangan sampai ketinggalan film ini. Film Silariang mengishkan perjuangan cinta antara Yusuf dan Zulaikha yang diperankan oleh Bisma Karisma, mantan anggota boyband Smash serta Andania Suri. Keduanya tampil total pada film tersebut lengkap dengan dialek Makassar yang kental. Bagi Anda yang penasaran, inilah synopsis dan reviewnya bagi Anda.

 

Synopsis film Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui

Yusuf dan Zulaikha adalah pasangan kekasih yang saling menyayangi tetapi niat mereka untuk bersanding di pelaminan harus menemui rintangan lantaran orang tua Zulaikha tak menyetujui hubungan tersebut apalagi merestui rencana mereka. Puang Rabiah (Dewi Irawan) terus mengancam tak akan memberikan restu bermain poker online  kepada putrinya, bahkan saat ayah Yusuf, Pak Dirham (Muhary Wahyu Nurba) mengutus paman Yusuf untuk melamar Zulaikha, wanita tua tersebut tetap tak bergeming. Niat baik keluarga Yusuf yang ingin mempersatukan kedua keluarga bahkan ditolak mentah-mentah walaupun dengan kata-kata yang halus.

 

Adalah Puang Ridwan (Sese Lawing) yang menyatakan penolakan tersebut dengan sombong. Kakak Zulaikha, Zulfi (Cipta Perdana) yang sejatinya merasa iba melihat nasib adiknya juga tak mampu melawan kehendak ibunya. Akhirnya kedua sejoli tersebut harus menempuh jalan pintas yaitu silariang alias kawin lari yang tak hanya menentang keluarga besarnya, tetapi juga melawan adat. Bagi masyarakat suku Bugis – Makassar, kawin lari adalah sebuah aib luar biasa yang dapat merusak nama baik keluarga terutama bagi pihak keluarga si wanita.

 

Pada trailernya Anda dapat menyaksikan perjuangan Yusuf dan Zulaikha untuk bertahan hidup saat dalam pelarian yang membuat mereka menderita karena mendapat kecaman dan penghakiman dari masyarakat sekitar. Sementara orang tua Zulaikha sendiri berusaha mencari dan membawa pulang anaknya  dengan menyewa beberapa orang. Tak hanya menunjukkan kekayaan adat masyarakat Bugis, pada film ini Anda juga bisa melihat sendiri kecantikan panorama Sulawesi Selatan yang memang dieksplorasi dengan optimal.

 

Review film Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui

Tak hanya dirilis di tanah air, film Silariang ini juga akan diputar di Malaysia pada akhir tahun 2017. Film Silariang ini memang seolah menggambarkan masalah klasik kisah percintaan yang selalu terjadi mulai zaman dahulu hingga sekarang ini. Hal ini terutama menjadi permasalahan tersendiri di kalangan masyarakat Bugis Makassar. Wisnu Adi, sang sutradara menyatakan bahwa yang menjadi daya tarik dari film ini adalah kesederhanaan cerita, yaitu tentang cinta yang tak mendapat restu.

 

Realita ini masih banyak terjadi, cerita cinta yang menjadi begitu rumit dan pada akhirnya tak hanya tentang dua orang yang saling mencintai melainkan menyangkut bibit, bebet, bobot, sejarah keluarga, sosok orang tua, pernikahan siri, harta kekayaan dan lain-lain. Yang ingin diungkapkan pada film ini adalah intinya jangan menganggap bahwa persoalan dicintai dan mencintai itu adalah hal yang sederhana. Tema utama adat Bugis Makassar tersebut digambarkan dengan populer khas anak muda karena masih mewakili banyak pasangan yang cintanya tak berujung ke pelaminan karena tak direstui.

 

Yang tak kalah menarik dari film ini adalah original soundtrack-nya yang akan digarap oleh grup yang digawangi Fadly, Musikimia bertajuk Meski Kau Tak Ingin. Lagu tersebut telah diluncurkan dalam format album dengan judul  Intersisi di tahun lalu.

 

 

Tags:
1 2