Ridwan Kamil Tak Jadi didukung Golkar

Jan - 07 2018 | By

Setelah Airlangga Hartarto ditunjuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar, kemudian partai berlambang pohon beringin itu menyatakan pencabutan dukungannya kepada Ridwan Kamil pada Pilkada Jawa Barat 2018.

 

Nurdin Halid, Ketua Harian Partai Golkar menyebutkan bahwa pencabutan dukungan ini karena Wali Kota Bandung tersebut tak konsisten menetapkan wakil yang akan maju bersamanya pada Pilgub Jabar 2018.

 

Menurut Nurdin Halid, Golkar mempunyai system baku tentang rekrutmen pasangan calon pada pilkada. Pihaknya telah menetapkan Ridwan Kamil serta Daniel, tetapi kemudian Ridwan Kamil dirasa tidak konsisten. Nurdin mengatakan bahwa Kang Emil sendirilah yang datang ke DPP Golkar dan menghendaki untuk dipasangkan dengan Daniel Muttaqien, sementara Golkar mengusulkan Dedi Mulyadi sebagai wakil Ridwan Kamil tetapi yang bersangkutan menolaknya.

 

Selain itu keputusan Ridwan Kamil yang dinilai tak konsisten adalah mengadakan konvensi.

 

Masih menurut Nurdin, Golkar tak dapat dipermainkan dengan cara demikian karena mempunyai harkat, marwah, serta martabat. Hingga saat ini partai  yang masih menyatakan mendukung wali kota Bandung tersebut adalah Partai Nasdem, PKB, dan PPP.

 

Sikap  yang sama dari PKB dan PPP

Tetapi rupanya PKB dan PPP juga telah mengancam akan mencabut dukungannya kepada Ridwan Kamil dengan penyebab yang sama. Bila Emil memilih Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya menjadi calon wakil gubernur maka PKB akan mengambil langkah pencabutan tersebut. ini sebagaimana yang diutarakan oleh Sidjon Djampi, Sekretaris DPW PKB Jawa Barat.

 

Menurut Sidkon semua ini adalah aspirasi dari para kiai serta kader yang tersebar pada tingkat kabupaten, kecamatan, sampai ranting.  Sidkon juga mengklaim bahwa jumlah suara dari PKB lebih besar dari PPP sehingga wakil dari PKB yang seharusnya menjadi pendamping Ridwan Kamil pada Pilkada Jabar daripada PPP.

 

Beberapa kadern PKB bahwa telah sejak lama mempersiapkan dengan menata jaringan ke bawah sebagaimana Kang Maman dan Syaiful Huda. Keduanya dianggap kader professional dan sayang bila tak dapat maju mendampingi Ridwan Kamil.

 

Tentu saja ultimatum PKB ini membuat Ridwan Kamil semakin bimbang sehingga belum dapat memutuskan siapa yang akan menjadi wakilnya pada Pilkada Jabar 2018.

 

Sikapnya yang terkesan menggantung tersebut ternyata juga memaksa PPP untuk melakukan hal yang sama. Arsul Sani, Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan kekecewaan dari  jajarannya di Jawa Barat terhadap Ridwan Kamil. Ini karena Wali Kota Bandung tersebut tak juga memberi keputusan bakal calon pasangannya di Pilkada Jabar 2018 yang merupakan kader PPP.

 

Penarikan dukungan tersebut adalah usul dari pengurus partai di beberapa daerah Jawa Barat yang merasa kecewa dengan sikap Kang Emil dalam mengusung cawagub dari PPP.

 

Tak hanya tentang itu, kekecewaan pada jajarannya di Jabar juga berhubungan dengan rencana konvensi yang nyatanya tak pernah dibicarakan secara khusus kepada PPP.

 

Tetapi anggota Komisi III DPR tersebut juga mengatakan bahwa hingga sekarang pihaknya belum mengambil tindakan atas gejolak yang terjadi ini. Dengan kondisi terakhir itu dapat dikatakan bahwa partai pendukung Ridwan Kamil yang tetap konsisten hingga saat ini hanyalah Partai Nasdem.

 

Apa kata Ridwan Kamil

Dari pihak Ridwan Kamil sendiri mengaku bahwa ia terus berkomunikasi dengan 3 partai pendukungnya. Ia masih merasa optimis akan hal itu. Ia juga mengatakan bahwa jika terjadi dinamika maka ia akan mengkomunikasikannya dengan ketiga partai togel online tersebut dan diharapkan ada kemufakatan yang memuaskan semua pihak.

 

Pencabutan dukungan dari Partai Golkar rupanya tak terlalu membuat Kang Emil pusing karena merasa suaranya telah cukup untuk mendaftar pada KPU dengan dukungan 3 partai lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *