Situs FPI Down, Medsos FPI juga diblokir

Jan - 04 2018 | By

Novel Bamukmin selaku Sekjen Dewan Syuro DPD FPI DKI membenarkan bahwa beberapa akun media sosial milik FPI sudah diblokir. Hal ini disampaikan oleh Novel setelah dugaan bahwa dari pihak Facebook diduga memblokir akun resmi dari FPI (Front Pembela Islam). Hal ini langsung saja dikonfirmasi oleh FPI.

“Iya benar memang diblokir.  Twitter dan juga IG nya FPI juga diblokir,” tulis Novel dari pesan singkat hari Kamis (21/12).

Kementerian Komunikasi dan Informatika menganggap bahwa pihaknya tak tahu menahu soal ini. Dan mengenai pemblokiran Togel Online tersebut Plt Kepala Biro Humas Noor Iza mengatakan bahwa pemerintah sama sekali tidak ada kaitannya dengan kejadian ini.

Situs FPI Juga Tak Bisa diakses

Diblokirnya akun media sosial FPI bukan cuma hal buruk yang dialami oleh FPI, bahkan situsnya juga tak bisa diakses. Noor mengatakan dan beranggapan bahwa situs FPI yang tidak bisa diakses bisa jadi bukan karena pemblokiran. “Bisa tanyakan hal ini ke ahli IT,” ungkapnya dilansir sari CNN INDONESIA pada hari Kamis (21/12) kemarin.

Sementara, pakar keamanan siber yakni Pratama Persada dari Lembaga Peneliti Kemanan Sibe mengatakan bahwa itu mungkin saja. Menurutnya situs FPI yang mana tak bisa diakses bukan karena situs tersebut diblokir. Ia cenderung melihatnya sebagai masalah karena servernya down. “Kemungkinan servernya sedang down. Atau juga dihack,” ungkapnya saat dihubungi terpisah. Argumen dari Pratama inu merujuk kepada tampilan laman itu. Sebab kalau sebuah situs diblokir akam muncul lambang provider internet yang mana melalukan pemblokiran atau yang disebut trust positif yang datangnya dari Kominfo.

FPI Kembali Membuat Wacana Deportasi WNA Amerika

Selain masalah tentang situs yang tak bisa diakses serta beberapa sosial medianya yang tak bisa dibuka, FPI juga pasalnya meluncurkan berita yang menghebohkan. Habib Muhsin Alatas selaku Imam Front Pembela Islam DKI Jakarta ingin semua warga Israel dan Amerika Serikat yang ada di Indonesia bisa segera dideportasi ke negaranya setelah Donald Trump membuat pernyataan sepihak soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Demi bisa terwujudnya wacana tersebut ia mengatakan bahwa dirinya mempersilakan umat muslim untuk bisa melakukan sweeping atau juga penyisiran pada warga negara Israel atau Amerika Serikat yang ada di Indonesia.  Melalui pesan singkat, Muhsin mengatakan, “Nanti akan kami serahkan ke pihak yang berwajib untuk bisa dideportasi ke negara asalnya masing-masing.” Ia juga menegqekan bahwa FPI tak akan jadi pihak yang mana menginisismenginisiasi sweeping. FPI cuma mempersilakan umat muslim untuk biaa melakukannya.

Untuk hal lokasi , saat disinggung soal itu, Muhsin mengatakan bahwasanya akan menjadi sangat lebih baik apabila sweeping tak hanya dilakukan di Jakarta saja. Akan tetapi ia mengatakan akan sangat lebih baik jika dilakukan di daerah lainnya misalnya di kota-kota besar khususnya. “Untuk bisa mewujudkan bahwa Indonesia tak memberikan ruang sama sekali bagi Amerika dan juga Israel,” tuturnya lebih lanjut. Muhsin juga menambahkan umat muslim di Indonesia telah jelas mengutuk keputusan sepihak Trump yang mana mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ķeputusan yang diambil Trump iti dibilai mengusik umat muslim yang ada di Indonesia dan juga umat muslim di dunia karena Yerusalem adalah daeeah yang mana milik Palestina. Apalagi pemerintah Indonesia sudah seara resmi mengecam keputusan Trump secara sepihak itu maka sweeping boleh saja dilakukan atas persetujuan aparat dan juga petugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *